DATA BELUM TERSEDIA
Laba Bersih DIGI Melonjak 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Perkuat Bisnis AI dan Jaga Fundamental Keuangan
bolatimes.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) kembali mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun buku 2025. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri media digital, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,763 miliar atau naik 45,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,215 miliar.
Kinerja tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Hotel Kimaya, Slipi, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono, menjelaskan peningkatan laba bersih diraih melalui pengelolaan bisnis yang lebih efisien, optimalisasi sumber pendapatan, serta peningkatan produktivitas usaha dengan biaya produksi yang lebih terkendali.
"Capaian ini, selain kembali menjadi bukti daya tahan dan ketangguhan model bisnis Perseroan di tengah tantangan industri, juga istimewa karena melanjutkan grafik positif dari tahun sebelumnya," jelas Suwarjono dalam paparannya di sesi RUPST.

Manajemen perusahaan optimistis tren pertumbuhan dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Salah satu fokus yang terus diperkuat adalah peningkatan pendapatan dari iklan langsung, terutama dari sektor swasta dan berbagai mitra strategis, seiring penyesuaian strategi konten yang menyasar kalangan pengambil kebijakan dan masyarakat luas.
Suwarjono mengungkapkan terdapat enam faktor utama yang menjadi dasar optimisme perusahaan dalam mengembangkan bisnis ke depan.
“Selain itu, ada setidaknya enam faktor yang membuat manajemen optimistis bisnis Perseroan akan naik signifikan. Pertama, pengembangan program-program baru berbasis ekosistem media, komunitas dan sosial media; kedua, program kerja sama dengan platform global seperti Meta, platform AI, Google, mesin pencari yang juga kembali naik; ketiga, kenaikan budget belanja iklan media; keempat, pengembangan layanan Aura Research yang berbasis data dan teknologi AI; kelima, pengembangan social media berbasis media lokal, influencer, hingga content creator; dan keenam, orkestrasi komunitas yang saat ini sudah dikembangkan Perseroan, yaitu komunitas konten kreator, influencer, KOL, media lokal dan homeless media lokal, UMKM lokal, kampus, mahasiswa dan kampus lokal, serta komunitas segmentasi khusus," paparnya.
RUPST turut dihadiri Direktur DIGI Popi Puspitasari, Komisaris Utama Stephen Kurniawan Sulistyo, Komisaris Iwa Sukresno Karunia, serta Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi atas kinerja yang berhasil dicapai manajemen sepanjang tahun 2025.
“Capaian laba bersih ini menjadi simbol progres, yang sekaligus membuktikan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menciptakan keberlanjutan dan profitabilitas di masa depan. Sehubungan itu, kami juga mengapresiasi kepemimpinan Dewan Direksi yang telah berhasil mengendalikan perusahaan dengan sangat baik, menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, serta terus membuka peluang-peluang baru untuk ekspansi,” ungkap Iwa Sukresno Karunia mewakili Dewan Komisaris.
Baca Juga: Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen pada 2025, Sentuh Rp1,76 Miliar
Dalam RUPST tersebut, seluruh agenda yang diajukan manajemen mendapatkan persetujuan pemegang saham. Agenda tersebut meliputi pengesahan laporan tahunan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba rugi, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
Usai RUPST, manajemen melanjutkan agenda Paparan Publik secara daring. Dalam kesempatan itu, perusahaan kembali memaparkan prospek bisnis serta strategi pengembangan usaha di tengah perubahan industri media digital.
Salah satu fokus pengembangan bisnis yang menjadi perhatian adalah peluncuran Aura Research pada Maret 2026. Produk tersebut mengusung konsep "research, strategic & innovation" dengan memanfaatkan data dan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung kebutuhan internal maupun eksternal perusahaan.
“Aura ini pada dasarnya adalah produk yang mengandalkan kemampuan teknologi kami saat ini, yang bermanfaat baik bagi unit-unit kerja internal di Perseroan sendiri, maupun dapat digunakan pula oleh kalangan eksternal, termasuk para mitra dan klien sebagai salah satu layanan yang kami tawarkan. Yang ditawarkan mulai dari research dan mapping isu berbasis data, hingga advokasi maupun solusi berupa langkah-langkah praktis bagi yang memerlukan," papar Suwarjono.
Selain itu, DIGI juga tengah menyiapkan layanan baru berbasis kecerdasan buatan melalui pemanfaatan generative engine optimization (GEO). Teknologi tersebut merupakan pengembangan dari search engine optimization (SEO) yang memungkinkan optimalisasi hasil pencarian dan distribusi konten berbasis AI sesuai kebutuhan klien.
“Lainnya, budget belanja iklan yang bisa didapat media melalui berbagai saluran, termasuk lewat social media, secara total juga masih naik signifikan, sebagaimana data We Are Social yang bisa dilihat dalam presentasi kami. Ini tentu menghadirkan optimisme, sekaligus menjadi peluang yang harus dimaksimalkan. Juga menjadi salah satu dari 6 faktor yang kami maksud dan telah kami mulai, yaitu dalam hal pengembangan social media berbasis media lokal, influencer, hingga content creator,” ungkap Suwarjono.
Menutup pemaparannya, Suwarjono menegaskan bahwa diversifikasi sumber pendapatan, inovasi produk, serta penguatan bisnis berbasis AI akan menjadi fondasi utama pertumbuhan perusahaan. Di sisi lain, manajemen juga terus menjaga keseimbangan fundamental keuangan, terutama pada aspek pendapatan dan biaya operasional, guna memperkuat struktur liabilitas dan ekuitas perusahaan di masa mendatang.